Aurora-aurora waktu
selalu mengajak ku
untuk mengintipmu
apakah itu benar dirimu
atau.....
hanya jelmaan yang mudah patah dan rapuh?.
aku tak ingin menyuruh mu untuk menjadi pujangga lagi
tapi aku hanya ingin kau,
tak lagi hanya mengumbar janji
yang tak mungkin terjadi.
kepaklah sayap itu dengan jelas
agar bisa mengukir langit dengan bebas
sebebas lidah yang tak pernah berhenti membahas
membahas hati yang tak pernah lepas
dari sayat pisau yang sudah mengelupas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar