Senin, 01 Desember 2014

fiqh haid

1.    PENGERTIAN HAID
Yang dinamakan haid adalah darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita yang sudah berumur 9 tahun kurang sedikit, bukan karna sakit atau melahirkan.
2.    HUKUM MEMPELAJARI TENTANG HAID DAN HAL-HAL SEKITARNYA
Mempelajari tentang haid dan hal-hal sekitar haid bagi seorang wanita hikumnya wajib ain. Sehingga baginya di wajibkan pergi dari rumah untuk mengkaji ilmu tersebut. Dan bagi seorang suami di haramkan melarang istrinya pergi apabila ia tidak dapat memberi pelajaran sendiri. Sedangkan bagi suami yang dapat mengajarkannya sendiri maka ia (suami) wajib mengajarkannya. 
3.    Dalil-dalil tentang haid
a.    Firman Allah
Dalam surat Al-Baqarah ayat 222

b.    Sabda Rosulullah S.A.W
هَذَا شَيْءٌ كَتَبَهُ اللهُ عَلَىَ بَنَاتِ اَدَمْ
Artinya: haid itu adalah sesuatu yang telah ditaqdirkan Allah kepada anak cucu adam (HR. Bukori Muslim)
4.    Batas minimal umur wanita mulai haid
Perempuan dapat mengeluarkan darah yang dihukumi haid minimal pada umur 9 tahun (hijriyyah) kurang/tidak genap-16 hari.
Contoh: anak perempuan umur 9 tahun (hijriyyah) kurang 20 hari 20 malam tepat. Kemudian dia mengeluarkan darah 10 hari 10 malam. Maka darah yang keluar selama 4 hari 4 malam lebih sedikit yang pertama di sebut darah istihadloh (darah penyakit) sebab saat itu sang anak belum mencapai batas umur wanita megeluarkan haid, kemudian yang 6 hari 6 malam kurang sedikit yang terakhir disebut haid. Karena sudah masuk pada batas minimal wanita mengeluarkan darah haid.
5.    Lama waktu haid
Haid minimal 24 jam. Baik terus menerus atau terpisah-pisah, dan keluarnya dalam 15 hari 15 malam. maksudnya terus menerus sekiranya kapas dimasukkan dalam kemaluan wanita masih ada basahnya darah walau hanya berwarna kuning atau keruh, dan tidak sampai keluar pada bagian yang wajib dibasuh waktu istinjak (mencuci najis). Adapun darah yang keluar lamanya kurang dari 24 jam, atau sampai 24 jam tetapi terpisah-pisah dalam waktu lebih 15 hari 15 malam itu tidak disebut darah haid melainkan disebut darah istihadloh
Maksimal haid 15 hari 15 malam. Umumnya haid 6 hari 6 malam atau 7 hari 7 malam (menurut Imam Syafi’i).
6.    Peringatan!
    Jika ada wanita mengeluarkan darah haid terputus-putus yang di beri hukum haid adalah kesemuanya waktu keluar darah dan waktu putus yang ada diantaranya (bukan hanya keluarnya darah saja).
Contoh:  keluar darah 3 hari, putus 4 hari, keluar lagi 1 hari, putus 5 hari, keluar lagi 1 hari maka keseluruhannya 14 hari di hukumi haid

    Jika ada wanita mengeluarkan darah haid terputus putus maka aturan ibadahnya sebagai berikut:
Jika lamanya mengeluarkan darah belum mencapai 24 jam, maka ia tidak di wajibkan mandi. Dan jika lamanya mengeluarkan darah sudah mencapai 24 jam maka sewaktu-waktu darahnya putus, dia harus mandi, sholat dan lain sebagainya seperti orang suci. Jika darahnya masih keluar lagi, maka mandi, sholat, puasa yang di kerjakan pada wakt putusnya darah tersebut tidak sah. Oleh karena itu dia wajib mengkodlok puasa yang dikerjakan pada hari putusnya darah tersebut, dan dia tidak berdosa sebab berhubungan suami istri, karena hanya melihat dhohirnya saja. Kemudian sewaktu- waktu darahnya putus lagi, dia wajib mengerjakan hal-hal seperti diatas lagi. Kemudian jika darahnya masih keluar lagi, maka keseluruhan hal-hal yang dikerjakan diata tidak sah lagi, begitu seterusnya selama belum melewati 15 hari 15 malam, dihitung dari pertama kali mengeluarkan darah.
    Darah yang di keluarkan oleh wanita hamil sebelum terasa hendak melahirkan (ngelarani: bahasa jawa) iu di hukumi haid. Sedagkan yang di keluarkan setelah terasa hendak melahirkan insyaAllah akan di jelaskan pada bab nifas.
    Wanita, baik sudah pernah haid atau belum dia diharamkan sholat dan lain-lain (dihukumi haid sementara), sebab melulu mengeluarkan darah (tidak perlu menunggu 24 jam). Selanjutnya jika darah tidak mencapai 24 jam tidak di hukumi haid, maka harus mengkodlo’ sholat yang ditinggalkan selama mengeluarkan darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar